Waspada Kejang Demam (STEP) Pada Anak
28 May 2016 0
Waspada Kejang Demam (STEP) Pada Anak

Kejang demam atau yang sering pula disebut dengan step merupakan suatu keadaan dimana terjadi kejang dengan disertai demam lebih dari 38C dan bukan disebabkan oleh kelainan otak.

Kejang demam merupakan penyakit yang biasa ditemui pada bayi dan anak berusia antara 6 bulan hingga 5 tahun, karena sel- sel saraf pada usia tersebut masih belum matang dan rentan terhadap kenaikan suhu badan. Penyebab demam adalah adanya infeksi bakteri atau virus yang terjadi di luar otak, misalnya infeksi saluran napas atas, di saluran kencing, dsb. Apabila kejang demam pada anak berlangsung sebentar, maka hal tersebut tidak akan menimbulkan efek yang membahayakan, tetapi jika kejang itu berlangsung lama dan berulang maka harus segera mendapat tindakan pertolongan pertama, karena apabila terlambat akan memicu penyakit serius seperti kerusakan otak. Segera periksakan anak ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat jika mengalami kejang demam. RS Jember Klinik memiliki fasilitas lengkap perawatan pasien anak. Kecacatan akibat kejang demam dapat berupa gangguan pendengaran atau keterlambatan perkembangan. Jika kejang demam dapat didiagnosis dan diobati dengan cepat dan tepat maka kecacatan maupun kematian dapat dicegah, terang drg. Dwi Lianasari, Msi Kepala Divisi Pemasaran RS Jember Klinik. Menurut dr. Anita Fadilah Kepala Divisi Pelayanan Medik, Kejang demam atau yang sering pula disebut dengan step merupakan suatu keadaan dimana terjadi kejang dengan disertai demam lebih dari 38C dan bukan disebabkan oleh kelainan otak. Faktor penyebab kejang demam antara lain adalah derajat demam, umur, dan genetik. Kejang demam dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam sederhana adalah kejang kurang dari 15 menit, tidak berulang, dan kejangnya mengenai seluruh tubuh (kelojotan). Kejang demam sederhana merupakan bentuk yang paling sering ditemukan dan memiliki risiko komplikasi yang rendah. Sedangkan kejang demam kompleks adalah kejang lebih dari 15 menit, yang dapat berulang dalam 24 jam, dan kejangnya hanya mengenai satu atau beberapa bagian tubuh, jelas dr. Anita. Bagi orangtua, cara mengatasi kejang demam pada anak maupun bayi perlu menjadi pengetahuan tersendiri. Diharapkan ketika sang buah hati mengalami kejang demam, ibu tidak panik dalam menghadapinya. Berikut ini adalah tindakan pertolongan pertama saat anak mengalami kejang: Evakuasi anak yang terkena step ke tempat yang aman seperti membaringkannya di lantai atau di kasur serta menjauhkannya dari benda yang berbahaya seperti benda keras dan benda tajam, miringkan kepala ke salah satu arah (kiri atau kanan) untuk menghindari anak tidak tersedak jika tiba-tiba ia muntah, longgarkan pakaian anak agar tidak susah bernafas, jangan memasukkan benda apapun seperti halnya sendok ke dalam mulut anak saat mengalami step atau kejang demam, termasuk juga jangan memasukan obat-obatan karena hanya akan memicu anak tersedak dan mengganggu pernafasannya, hindari menggendong selama anak kejang, karena akan memicu terjadinya kondisi buruk pada anak, segera bawa anak ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini juga berlaku ketika kejangnya berangsur membaik saat berada di rumah, anak tetap harus diperiksakan ke rumah sakit sebagai upaya pencegahan lebih dini dan juga sebagai tindak lanjut dari pertolongan pertama yang telah dilakukan.

Tinggalkan Komentar
Copyrights ©2016 | Divisi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis RS. Jember Klinik