Pastikan Alergi Tidak Menghambat Potensi Anak
28 May 2016 0
Pastikan Alergi Tidak Menghambat Potensi Anak

Alergi umumnya mengenai anak yang memang memiliki bakat alergi atopik dan biasanya diturunkan secara genetik. Jika orangtua memiliki alergi maka 50 persen ada kemungkinan sang anak juga alergi.

Jember-Alergi umumnya mengenai anak yang memang memiliki bakat alergi atopik dan biasanya diturunkan secara genetik. Jika orangtua memiliki alergi maka 50 persen ada kemungkinan sang anak juga alergi. Itu merupakan reaksi penolakan tubuh. Misalnya Alergi protein susu sapi menjadi kondisi umum yang dialami anak-anak di usia enam bulan pertama. Saat sistem imun anak menganggap kandungan protein pada susu sapi sebagai zat berbahaya maka tubuh akan bereaksi menolak. Kita dapat mengetahui bahwa si kecil ternyata alergi terhadap protein susu sapi dari gejala yang muncul, seperti : Gejala pada kulit, bentol merah dan gatal, bentol merah berisi cairan, kulit kering dan gatal yang sering muncul. Gejala pada saluran cerna, muntah, nyeri perut, diare, BAB yang disertai darah (gejala ini sering ditemui pada si kecil yang berusia kurang dari 1 tahun). Dan gejala pada saluran pernafasan seperti, bersin-bersin yang disertai gatal di hidung, hidung tersumbat, ingus encer, batuk berulang, sesak nafas dan nafas berbunyi (seperti gejala asma). Gejala ini jarang ditemui, dan biasanya terjadi pada anak usia di atas 1 tahun. Masa tumbuh kembang sangat penting bagi anak-anak. Alergi tersebut, menurut dr. Ramzy Syamlan, Sp.A dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. "Anak yang alergi pada makanan, lebih sering mengalami gangguan pertumbuhan yang berhubungan dengan gangguan asupan makanan. Bila dilakukan intervensi nutrisi yang tepat, dan dipantau dengan baik, dapat membantu anak alergi untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal, dan sama dengan anak yang tidak alergi lainnya," terang dr. Ramzy dokter salah satu spesialis anak Rumah Sakit (RS) Jember Klinik. Orangtua tidak perlu cemas, karena timbulnya alergi pada anak hanya akan muncul jika ada interaksi antara faktor genetik dengan faktor lingkungan. Dan untuk mengetahui apakah seorang anak memiliki bakat alergi (atopik), cukup dengan menanyakan riwayat penyakit alergi yang ada pada keluarganya, imbuhnya untuk memastikan. Makanan yang biasanya sering menimbulkan alergi adalah : telur, susu sapi, kacang-kacangan, seafood, dan gandum. Dan diantara semuanya itu, susu sapi merupakan makanan yang paling banyak menimbulkan alergi pada anak. Tidak hanya dari makanan, pencetus alergi juga bisa terjadi karena debu (misalnya dari tungau) dan juga dari obat-obatan. Jika seorang anak dengan alergi, dan terdeteksi secara dini, mendapat penanganan dengan benar, serta dilakukan pencegahan, maka pertumbuhan dan perkembangan anak bisa ikut optimal pula. Sebaliknya, jika seorang anak timbul penyakit alerginya, namun tidak terdeteksi secara dini atau tidak ditangani dengan benar, maka dapat mengganggu kecerdasan dan tumbuh kembang seorang anak. Sehingga sebisa mungkin kita untuk mencegah alergi pada bayi dan anak, daripada mengobatinya. Untuk itulah dilakukan intervensi nutrisi pada anak, yaitu untuk pencegahan alergi. Bila putera-puteri anda mengalami alergi, untuk mendapat informasi lebih lanjut silahkan berkunjung ke Poli Alergi RS Jember Klinik di Poli Terpadu lantai 1. Juga tersedia layanan Poli Konsultasi Gizi dan Poli Tumbuh Kembang Anak yang bisa membantu memberikan solusi bagi anak dengan alergi untuk optimalkan tumbuh kembang anak. (azis)

Tinggalkan Komentar
Copyrights ©2016 | Divisi Pemasaran dan Pengembangan Bisnis RS. Jember Klinik